Apa yang dihitung kalkulator kebun ini
Merencanakan kebun pada dasarnya adalah beberapa hitungan sederhana: berapa tanaman yang muat, berapa media tanam untuk mengisi bedengan, berapa air per minggu, dan berapa pupuk yang ditabur. Masing-masing mudah, tetapi semuanya bergantung pada hal yang sama — ukuran dan bentuk bedengan. Sering kali satu hitungan memakai ukuran yang sedikit berbeda dari hitungan lainnya.
Karena itu, di sini ukuran bedengan cukup dimasukkan sekali. Bedengan persegi panjang, persegi, bulat, atau segitiga di sudut pagar — isi ukurannya dan jumlah bedengan yang sama, lalu setiap tab menghitung dari luas yang sama: tanaman dan benih, media tanam dan mulsa, air, pupuk, panen, dan rencana akhir beserta biayanya.
Kalkulator memakai meter, sentimeter, liter, dan kilogram sebagai bawaan. Satu tombol mengubahnya ke kaki dan inci, dan angka yang sudah Anda ketik ikut dikonversi, bukan hilang.
Cara memakainya dalam lima menit
Ukur bagian dalam bedengan, bukan sisi luar papan atau batu batanya. Dinding bedengan mengambil beberapa sentimeter di setiap sisi, dan itu terasa saat menghitung media tanam.
Lalu pilih tab. Di "Tanaman & benih", pilih tanaman untuk memakai jarak tanam yang dipublikasikan, atau isi sendiri dari kemasan benih. Di "Media tanam & mulsa", isi ketebalan setiap lapisan dan isi karung yang dijual di toko Anda. Tab "Air" memerlukan kebutuhan air per minggu dan curah hujan, tab "Pupuk" memerlukan tiga angka NPK di kemasan. "Panen" memakai tanaman yang sudah dihitung, dan "Rencana & biaya" merangkum semuanya dalam satu daftar yang bisa disalin atau dicetak.
Di bawah setiap hasil ada kotak "Cara menghitungnya". Jika sebuah angka terlihat janggal, di situ terlihat nilai apa saja yang dipakai.
Jarak tanam: berapa tanaman yang benar-benar muat
Jarak tanam adalah jarak dari titik tengah satu tanaman ke tanaman berikutnya. Biasanya ada dua angka: jarak dalam barisan dan jarak antarbarisan. Jarak antarbarisan sering lebih lebar supaya ada ruang untuk berjalan dan menyiangi. Di bedengan yang tidak diinjak, banyak pekebun memakai jarak yang sama ke dua arah — itulah pola bujur sangkar.
Kalkulator tidak membagi luas dengan kuadrat jarak tanam. Cara itu memberi angka terlalu besar karena seolah-olah tanaman boleh diletakkan tepat di tepi bedengan dan menghitung pecahan tanaman. Sebagai gantinya, setiap tanaman ditempatkan pada pola dengan jarak setidaknya setengah jarak tanam dari tepi, lalu dihitung satu per satu. Bedengan 1,2 × 3 m dengan jarak 30 cm memuat tepat 40 tanaman: sepuluh memanjang dan empat melebar.
Pada pola zig-zag, setiap barisan kedua digeser setengah jarak sehingga tanaman membentuk segitiga. Barisan bisa dirapatkan menjadi 0,866 kali jarak tanam, sementara jarak antartetangga tetap sama. Di bedengan lebar, pola ini menambah populasi. Di bedengan sempit tidak selalu: barisan yang digeser kehilangan satu tanaman di ujung. Bedengan 1,2 × 3 m dengan jarak 40 cm tetap memuat 21 tanaman, baik bujur sangkar maupun zig-zag. Kalkulator menghitung keduanya dan memberi tahu mana yang lebih baik untuk bedengan Anda.
Bedengan bulat dan segitiga dihitung dengan cara yang sama, barisan demi barisan pada bentuk sebenarnya. Lingkaran berdiameter 3 m tidak disamakan dengan persegi 3 × 3 m, yang luasnya lebih dari seperempat lebih besar.
Populasi tanaman per m² dan per hektar
Dalam budidaya, jarak tanam sering diterjemahkan menjadi populasi. Kalkulator menampilkannya di hasil: dengan jarak 30 × 30 cm, setiap tanaman mendapat 0,09 m² dan kepadatannya sekitar 11 tanaman per m².
Untuk lahan luas, cara cepat yang umum adalah membagi luas lahan dengan luas per tanaman: 10.000 m² dibagi 0,09 m² menghasilkan 111.111 tanaman per hektar. Kalkulator menghitung tepi lahan juga, sehingga lahan 100 × 100 m dengan jarak 30 cm memuat 110.889 tanaman. Pada jarak 50 × 60 cm hasilnya 33.200 tanaman — 166 barisan berisi 200 tanaman — dibanding 33.333 dari cara cepat. Selisihnya kecil di lahan luas, tetapi di bedengan kecil bisa cukup besar.
Jika ingin menghitung per hektar, isi panjang dan lebar 100 m. Luas akan ditampilkan dalam m² dan hektar, dan kebutuhan benih, pupuk, serta air ikut dihitung untuk luas itu.
Media tanam, kompos, dan mulsa: menghitung volume
Volume adalah luas dikali ketebalan, dengan semua ukuran dalam satuan yang sama. Bedengan 1,2 × 3 m setebal 30 cm: 1,2 × 3 × 0,3 = 1,08 m³. Satu meter kubik berisi 1.000 liter, jadi dibutuhkan 1.080 liter atau 22 karung isi 50 liter. Jumlah karung selalu dibulatkan ke atas, karena setengah karung tetap harus dibeli utuh.
Ketebalan adalah angka yang paling memengaruhi hasil. Universitas Maryland menyarankan media setebal minimal 20 cm untuk sayuran daun, buncis, dan mentimun, serta 30–60 cm untuk tomat, cabai, dan labu. Untuk kompos, 5–10 cm dicampurkan ke 10 cm lapisan atas tanah. Universitas Negeri Utah menyarankan mulsa 2,5–5 cm di sekitar tanaman sayur.
Media yang baru dan gembur akan turun setelah disiram. Jika ingin bedengan tetap penuh setelah beberapa minggu, tambahkan cadangan penyusutan dalam persen; cadangan ini hanya ditambahkan ke tanah.
Berapa kebutuhan air kebun
Kebutuhan air mudah dihitung seperti curah hujan, yaitu dalam milimeter per minggu. Menurut Universitas Negeri Utah, sebagian besar sayuran memerlukan 25–50 mm per minggu, dan jagung manis 38–64 mm. Mulailah dari 25 mm dan perhatikan tanamannya: tanah berpasir, cuaca panas, dan angin menambah kebutuhan air. Di musim kemarau, kebutuhan biasanya lebih besar daripada di musim hujan.
Mengubah milimeter menjadi liter itu sederhana: satu milimeter air di atas satu meter persegi sama dengan satu liter. Kebutuhan 25 mm untuk bedengan 10 m² berarti 250 liter per minggu. Curah hujan dikurangkan, dan jika hujan sudah mencukupi, kalkulator menyebutkannya alih-alih menampilkan angka nol yang tampak seperti kesalahan.
Tidak semua air yang dialirkan sampai ke akar. Universitas Negeri Colorado menyebut efisiensi irigasi tetes di atas 90%, sedangkan sprinkler 50–70% karena sebagian air menguap dan terbawa angin. Kalkulator membagi dengan efisiensi yang dipilih, sehingga sprinkler di hari yang panas dan berangin memerlukan hampir dua kali lipat air irigasi tetes. Jika debit selang diisi, Anda juga mendapat lama waktu setiap penyiraman dalam menit.
Pupuk: membaca angka NPK dan menghitung dosis
Tiga angka di kemasan pupuk adalah persentase berat: nitrogen, fosfat (P₂O₅), dan kalium (K₂O). Dalam 10 kg NPK 16-16-16 terdapat 1,6 kg nitrogen; sisanya unsur lain dan bahan pembawa. Karena itu dosis bergantung pada jenis pupuk: untuk memberi nitrogen yang sama, pupuk 10-10-10 diperlukan dua kali lebih banyak daripada 20-20-20.
Rumusnya: kebutuhan nitrogen dibagi angka pertama dalam bentuk desimal. Universitas Maryland memberi angka umum 2 pon nitrogen per 1.000 kaki persegi untuk kebun sayur — sekitar 9,8 g per m² — dan sekitar 14,6 g per m² untuk tomat, brokoli, dan bit. Dengan NPK 16-16-16, itu sekitar 61 g pupuk per m². Kalkulator menyesuaikannya dengan luas bedengan Anda, menampilkan fosfat dan kalium yang ikut terberi, dan bisa membaginya menjadi beberapa kali pemupukan.
Dua catatan penting. Uji tanah lebih tepat daripada angka umum mana pun: jika fosfor dan kalium sudah cukup, pupuk tunggal nitrogen lebih cocok. Dan label kemasan selalu didahulukan: jika label menyebut lebih sedikit, pakai lebih sedikit. Nitrogen berlebih tidak menambah panen, justru membuat daun lebat dan buah sedikit.
Berapa benih yang perlu dibeli
Tidak semua benih tumbuh. Aturan benih federal Amerika Serikat menetapkan daya tumbuh minimum untuk tiap sayuran — 80% untuk selada, 55% untuk wortel dan paprika. Kemasan benih biasanya mencantumkan daya tumbuh hasil ujinya sendiri, yang sering lebih tinggi. Kalkulator mengisi batas minimum itu, dan Anda bisa menggantinya dengan angka di kemasan.
Jumlah benih adalah jumlah tanaman yang diinginkan, dikali benih per lubang, dibagi daya tumbuh. Untuk 30 tanaman kale dengan daya tumbuh 75% diperlukan 40 benih. Jika Anda menanam 2–3 benih per lubang lalu menjarangkannya, naikkan kolom "Benih per lubang tanam". Untuk tanaman yang biasa dipindah tanam — tomat, cabai, kubis — jumlah tanaman sama dengan jumlah bibit yang perlu disemai atau dibeli.
Mengapa hasil panen berupa kisaran
Hasil panen bergantung pada varietas, cuaca, tanah, hama, dan seberapa sering dipetik. Universitas di AS tetap mempublikasikan angka rata-rata, biasanya per 10 atau 100 kaki barisan, dan angka itu berguna untuk perencanaan asalkan tidak dianggap janji. Angkanya pun berbeda-beda. Untuk tomat, K-State menyebut 10 pon per 10 kaki barisan (sekitar 1,5 kg per meter), sedangkan LSU AgCenter 250 pon per 100 kaki (sekitar 3,7 kg per meter).
Karena itu kalkulator menampilkan setiap angka yang dipublikasikan untuk tanaman tersebut, disesuaikan dengan panjang barisan Anda, beserta kisarannya. Jika satu sumber menghitung krop, tongkol, atau buah sementara sumber lain menimbang kilogram, keduanya ditampilkan apa adanya — kalkulator tidak menebak berat satu krop kubis demi menyatukannya.
Jika Anda menanam di seluruh bedengan, bukan dalam barisan, panjang barisan dihitung sebagai jumlah tanaman dikali jarak dalam barisan. Itu perkiraan yang wajar, bukan hasil pengukuran, dan hasilnya menyebutkan hal itu.
Contoh perhitungan: satu bedengan 1,2 × 3 m
Tekan tombol contoh dan kalkulator memakai bedengan 1,2 × 3 m, yaitu 3,6 m² dengan keliling 8,4 m. Lebar 1,2 m cukup nyaman karena bagian tengah bedengan masih terjangkau dari kedua sisi tanpa menginjak tanah.
Tanaman: kale dengan jarak 30 cm pola bujur sangkar — 40 tanaman, sepuluh per barisan dalam empat barisan. Dengan pola zig-zag pada jarak yang sama hanya muat 38, jadi di bedengan ini pola bujur sangkar lebih baik. Dengan daya tumbuh minimum 75%, perlu 54 benih.
Media tanam: lapisan 30 cm berarti 1,08 m³, 1.080 liter, atau 22 karung isi 50 liter. Kompos setebal 5 cm menambah 0,18 m³ atau 180 liter, begitu pula mulsa; masing-masing 4 karung isi 50 liter.
Air: dengan kebutuhan 25 mm per minggu dan irigasi tetes berefisiensi 90%, bedengan ini memerlukan 100 liter per minggu, 50 liter untuk setiap dari dua kali penyiraman. Jika minggu itu turun hujan 40 mm, kalkulator akan menyebutkan bahwa penyiraman tidak diperlukan.
Pupuk: dengan dosis umum sekitar 9,8 g nitrogen per m², NPK 16-16-16 yang dibutuhkan sekitar 220 g untuk seluruh bedengan — kira-kira satu gelas.
Tidak ada angka yang ditebak. Ubah jarak tanam, ketebalan, atau jenis pupuk, dan setiap angka dihitung ulang dengan rinciannya di bawah.
Pot, polybag, dan bedengan bulat
Banyak kebun rumah di Indonesia memakai pot dan polybag, bukan bedengan. Untuk itu pilih bentuk lingkaran dan isi diameternya. Isi "Jumlah bedengan yang sama" dengan jumlah pot atau polybag, maka kebutuhan media tanam, air, dan pupuk langsung dihitung untuk semuanya.
Contohnya, pot berdiameter 40 cm yang diisi setinggi 30 cm menampung sekitar 38 liter media tanam. Polybag berdiameter 35 cm yang diisi 35 cm menampung sekitar 34 liter, jadi 100 polybag seperti itu memerlukan sekitar 3,4 m³ media tanam. Ukuran polybag di kemasan sering ditulis sebagai lebar lipatan, bukan diameter, jadi sebaiknya ukur polybag yang sudah terisi.
Untuk bentuk bulat, kalkulator mencoba dua posisi pola tanam — rata dengan tepi dan tepat di tengah — lalu memakai posisi yang memuat lebih banyak tanaman. Pada pot kecil ini penting: pot 40 cm dengan jarak tanam 20 cm memuat 2 tanaman, padahal pola yang hanya diratakan ke tepi bisa melewatkan titik tengahnya sama sekali.
Musim hujan dan musim kemarau
Di iklim tropis, kebutuhan menyiram sangat bergantung pada musim. Kolom "Curah hujan minggu ini" dibuat untuk itu: di musim hujan, hujan sering sudah melebihi kebutuhan 25–50 mm per minggu, dan kalkulator akan menyebutkan bahwa penyiraman tidak diperlukan. Di musim kemarau, curah hujan diisi nol dan seluruh kebutuhan harus dipenuhi dengan menyiram.
Hujan deras juga bisa membuat tanah terlalu basah. Kalkulator hanya menghitung kekurangan air, bukan kelebihannya, jadi di musim hujan perhatikan saluran pembuangan air dan tinggi bedengan. Tanah yang tergenang lama tidak baik untuk akar sayuran.
Angka curah hujan bisa diambil dari penakar hujan sederhana — wadah bersisi tegak yang diletakkan di tempat terbuka — atau dari prakiraan cuaca setempat. Yang penting adalah satuannya sama dengan kebutuhan air, yaitu milimeter.
Kesalahan umum saat merencanakan kebun
Mengukur sisi luar bedengan. Ukurlah bagian dalamnya: selisih di satu sisi kecil, tetapi terasa pada volume media tanam.
Mencampur satuan. Ketebalan dalam sentimeter dikali panjang dalam meter menghasilkan volume yang keliru. Kalkulator mengubah semuanya ke satuan yang sama lebih dulu — itulah alasan utama memakainya.
Membagi luas dengan kuadrat jarak tanam. Cara ini mengabaikan tepi dan menaksir populasi terlalu tinggi, terutama di bedengan kecil.
Menakar pupuk menurut beratnya, bukan menurut nitrogennya. Satu kilogram NPK 20-20-20 dan satu kilogram 5-10-5 adalah dosis yang sangat berbeda.
Lupa memperhitungkan hujan. Hujan deras bisa mencukupi kebutuhan air seminggu. Periksa penakar hujan sebelum menyiram.
Yang tidak bisa diketahui kalkulator
Kalkulator tidak bisa melihat tanah, sinar matahari, dan cuaca di kebun Anda. Jarak tanam, kebutuhan air, dan dosis pupuk di sini adalah titik awal umum dari publikasi universitas di Amerika Serikat, dan angka yang tepat untuk kebun Anda bisa berbeda menurut varietas, jenis tanah, iklim, hama, dan perawatan. Waktu tanam sengaja tidak dicantumkan karena bergantung pada musim di daerah Anda — penyuluh pertanian setempat adalah sumber terbaik untuk itu.
Biaya hanya seakurat harga yang Anda masukkan. Harga air dan media tanam sangat berbeda antardaerah, jadi kalkulator menanyakan harga Anda sendiri, bukan memakai harga orang lain.