Apa yang sebenarnya dihitung
Kamu memasukkan tiap pekerjaan beserta tanggal mulai dan selesainya, lalu halaman ini menghitung berapa lama waktu kalender yang benar-benar kamu habiskan untuk bekerja. Kalau dua periode saling menimpa, bagian yang bertemu dihitung sekali saja secara bawaan — persis seperti cara HRD dan syarat lowongan membacanya.
Totalnya langsung ditampilkan dalam beberapa bentuk: tahun dengan bulan dan hari, lalu minggu, hari, dan tahun desimal secara terpisah. Setiap formulir meminta bentuk yang berbeda, jadi tidak perlu ada konversi manual.
Selain total, halaman ini memberi ringkasan: berapa banyak pekerjaan yang tercatat, berapa panjang rentang kariermu, mana pekerjaan terlama dan tersingkat, serta berapa lama waktu yang jatuh pada periode tumpang tindih.
Tumpang tindih: sumber kesalahan paling umum
Bekerja rangkap itu biasa: proyek sampingan di samping pekerjaan utama, pindah kerja dengan selisih satu minggu, atau dua kontrak yang berjalan bersamaan. Kalau lama tiap periode dijumlahkan begitu saja, waktu yang beririsan terhitung dua kali dan masa kerja membengkak beberapa bulan yang sebenarnya tidak pernah ada di kalender.
Kalkulator ini menggabungkan dulu periode yang tumpang tindih menjadi rentang utuh, baru menghitung harinya. Selisih antara jumlah kotor dan jumlah bersih ditampilkan pada barisnya sendiri, jadi terlihat persis berapa lama waktu rangkap itu.
Opsi "hitung penuh periode yang tumpang tindih" membalik perilaku tersebut. Opsi ini jarang dibutuhkan — misalnya ketika yang dinilai adalah total keterikatan kontrak, bukan masa kerja kalender. Untuk CV, sebaiknya tetap dimatikan.
Cara tanggal dihitung
Tiap periode diperlakukan sebagai rentang setengah terbuka: hari mulai ikut dihitung, hari selesai tidak. Dengan begitu perpindahan kerja yang terjadi di hari yang sama tidak menghasilkan kelebihan satu hari.
Tahun dan bulan dihitung mengikuti kalender, bukan memakai panjang bulan rata-rata. Dari 15 Maret sampai 15 September tepat enam bulan, berapa pun jumlah hari di bulan-bulan itu.
Tahun desimal diperoleh dengan membagi total hari dengan 365,2425, yaitu panjang rata-rata satu tahun termasuk tahun kabisat. Karena itu "5 tahun 6 bulan" dan "5,49 tahun" bisa terlihat berbeda meski menggambarkan rentang yang sama.
Tanggal perhitungan
Secara bawaan masa kerja dihitung sampai hari ini. Namun sering kali yang dibutuhkan tanggal lain: hari pengiriman lamaran, hari pertama di tempat baru, atau tanggal yang disebut dalam pengumuman lowongan.
Pilih "Tanggal tertentu" dan semuanya dihitung ulang ke tanggal itu. Pekerjaan yang masih berjalan otomatis dipotong di sana, dan pekerjaan yang baru dimulai sesudahnya ditandai sebagai kesalahan.
Cara ini juga praktis untuk mengecek syarat seperti "minimal tiga tahun pengalaman pada tanggal penutupan": kamu langsung tahu apakah syaratnya terpenuhi, dan kalau belum, berapa bulan lagi yang kurang.
Lini masa dan tabel
Lini masa menggambar tiap pekerjaan sebagai batang dengan skala seluruh rentang karier. Pekerjaan yang tumpang tindih menempati rentang horizontal yang sama, sehingga kerja rangkap langsung terlihat tanpa perlu membaca tanggalnya.
Bagian kosong pada lini masa adalah jeda: kuliah, mencari kerja, cuti panjang, atau rehat antarproyek. Bagian ini enak dipelajari sebelum wawancara supaya kamu sudah tahu jeda mana yang akan ditanyakan.
Tabel menyajikan informasi yang sama dalam bentuk tanggal dan durasi, diurutkan dari periode paling awal. Bentuk ini paling nyaman dicocokkan baris demi baris dengan surat keterangan kerja.
Kalimat siap pakai untuk CV
Halaman ini menyiapkan beberapa versi penulisan masa kerja: versi tepat, versi dibulatkan, dan versi bergaya "lebih dari sekian tahun". Semuanya bisa disalin dengan satu tombol lalu ditempel ke CV atau surat lamaran.
Untuk CV biasanya dipakai pembulatan ke bawah. "Lebih dari 7 tahun pengalaman" terdengar meyakinkan dan tetap aman kalau perekrut menghitung ulang tanggalnya sendiri. Membulatkan ke atas sebaiknya dihindari karena selisihnya mudah ketahuan.
Versi tepat dengan bulan lebih berguna pada formulir yang meminta masa kerja sampai satuan bulan. Di sana isilah angka persis seperti yang keluar dari tanggal-tanggalnya.
Masa kerja total dan masa kerja yang diminta lowongan
Syarat "tiga tahun pengalaman" hampir selalu berarti tiga tahun kalender, bukan penjumlahan keterikatan kerja. Karena itu bekerja rangkap tidak mempercepat pemenuhan syarat: yang dihitung adalah panjang rentangnya di kalender.
Sebaliknya, pekerjaan paruh waktu dan kontrak tetap dihitung. Di sebagian besar lowongan yang dilihat adalah periodenya, bukan berapa jam kerja per minggu.
Kalau yang diminta adalah pengalaman di bidang tertentu, hitunglah terpisah: masukkan hanya pekerjaan yang relevan. Masa kerja total dan masa kerja bidang adalah dua angka berbeda, dan keduanya sebaiknya ditulis berbeda pula di CV.
Kesalahan yang sering terjadi
Yang paling sering adalah menjumlahkan lama semua pekerjaan begitu saja. Begitu ada kerja rangkap, cara ini melebihkan masa kerja, dan selisihnya biasanya baru ketahuan saat wawancara.
Yang kedua adalah menganggap satu bulan sama dengan 30 hari. Dalam sepuluh tahun selisihnya sudah mendekati dua bulan, dan itu cukup terlihat di formulir.
Yang ketiga adalah lupa memotong pekerjaan yang masih berjalan di tanggal perhitungan. Kalau kamu menghitung masa kerja per tanggal pengiriman lamaran, minggu-minggu sesudahnya tidak boleh ikut masuk.
Keterbatasan
Kalkulator ini menghitung rentang kalender dan tidak mengetahui aturan masa kerja untuk pesangon, jaminan sosial, atau perhitungan lain yang diatur peraturan. Untuk urusan resmi, dokumen kepegawaian tetap acuannya.
Ia juga tidak membedakan pekerjaan penuh waktu dan paruh waktu: dua minggu paruh waktu dan dua minggu penuh waktu dianggap sama. Kalau jam kerja memang dinilai, hitungannya harus dibuat terpisah.
Terakhir, ia hanya menghitung apa yang kamu masukkan. Ketepatan hasilnya sepenuhnya bergantung pada ketelitian menyalin tanggal dari surat keterangan kerja atau kontrak.