Tiga mode perhitungan
Mode "satu mata pelajaran" menjawab pertanyaan paling sederhana: berapa persen nilai sekian dari maksimum sekian. Mode "satu rapor penuh" melakukan hal yang sama untuk semua mata pelajaran sekaligus, lalu menampilkan persentase keseluruhan beserta mata pelajaran tertinggi dan terendah.
Mode ketiga, "kejar target", bekerja ke arah sebaliknya. Kamu menyebutkan berapa yang sudah diperoleh dan berapa nilai yang masih diperebutkan, lalu menyebut persentase targetmu, dan kalkulator menghitung berapa nilai lagi yang harus dikejar.
Dalam praktiknya mode ketiga jauh lebih berguna daripada dua yang pertama. "Berapa persen nilai saya" bisa dihitung di kepala; "berapa yang harus saya dapat di ujian sisanya" hampir tidak pernah bisa.
Rumusnya dan alasannya begitu
Persentase adalah nilai yang diperoleh dibagi nilai maksimum, dikali 100. Untuk satu mata pelajaran tidak ada yang membingungkan: 68 dari 80 berarti 85 persen.
Untuk satu rapor rumusnya sama, hanya saja yang dipakai adalah jumlahnya: semua nilai yang diperoleh dibagi semua nilai maksimum. Inilah yang disebut persentase terbobot, dan inilah yang masuk ke dokumen resmi.
Di dalam perhitungan tidak ada yang dibulatkan. Pembulatan sampai dua angka di belakang koma hanya terjadi saat ditampilkan, jadi angka-angka di tabel selalu cocok dengan totalnya.
Terbobot lawan rata-rata persentase
Kedua angka ini selalu berbeda begitu nilai maksimum antarmata pelajaran tidak sama, dan selisihnya bisa mencolok. Mata pelajaran bermaksimum 200 memengaruhi persentase keseluruhan dua kali lebih kuat daripada yang bermaksimum 100.
Contohnya: 90 dari 100 pada satu mata pelajaran, dan 100 dari 200 pada yang lain. Rata-rata persentasenya 70. Persentase terbobotnya 190 ÷ 300 × 100, yaitu 63,3. Selisihnya hampir tujuh poin.
Halaman ini menampilkan keduanya, tetapi yang terbobot ditaruh di atas sebagai hasil utama dan yang tak terbobot diberi barisnya sendiri di bagian total. Jadi terlihat angka yang akan masuk rapor sekaligus angka yang sering disangka orang sebagai rata-ratanya.
Perencanaan target
Pertama dihitung total nilai akhir: maksimum yang sudah dijalani ditambah yang masih diperebutkan. Lalu targetnya diubah menjadi nilai absolut, yaitu target persen dari total akhir itu.
Selisih antara angka tersebut dan nilai yang sudah kamu peroleh adalah jumlah yang masih harus dikejar. Dibagi dengan nilai yang tersisa, hasilnya adalah persentase yang dibutuhkan dari sisa — angka paling berguna di halaman ini.
Kalau persentase yang dibutuhkan melebihi 100, targetnya sudah tidak terjangkau. Kalkulator menyatakannya terus terang dan menampilkan hasil tertinggi yang masih mungkin. Kebalikannya juga ditangani: kalau target sudah aman bahkan dengan nol di semua sisanya, itu pun disebutkan.
Tabel perencana
Satu angka seperti "butuh 78 persen dari sisanya" belum banyak bicara sebelum kamu melihat pilihan di sekitarnya. Tabel ini menampilkan beberapa tingkat perolehan berurutan beserta persentase akhir untuk masing-masing.
Baris yang sudah mencapai target ditandai tersendiri. Dari tabel itu biasanya langsung terlihat seberapa sempit ruangmu: kadang beda antara "tercapai" dan "tidak" itu sepuluh persen di sisanya, kadang cuma dua.
Waktu terbaik membacanya adalah sebelum jadwal ujian menjadi padat. Saat itu masih ada waktu membagi persiapan antarmata pelajaran, alih-alih baru tahu belakangan bahwa kurang tiga nilai.
Huruf mutu
Konversi persentase menjadi huruf mutu diaktifkan lewat centang tersendiri dan mati secara bawaan. Skala di sini bersifat umum dan hanya rujukan: memberi gambaran urutan, bukan pengganti pedoman penilaian.
Batas huruf mutu berbeda lebih jauh daripada yang biasa dikira. Di satu kampus 70 persen tergolong sangat baik, di kampus lain tergolong biasa. Bahkan antarprogram di kampus yang sama pun bisa berbeda.
Karena itu halaman ini tidak hanya menampilkan hurufnya, tetapi juga batas bawah rentang tempat kamu berada. Dengan begitu lebih mudah mencocokkannya dengan pedomanmu dan melihat seberapa dekat kamu ke jenjang berikutnya.
Nilai yang hilang
Selain nilai yang diperoleh, halaman ini menampilkan nilai yang hilang: selisih antara maksimum dan hasilmu. Itu angka yang sama dilihat dari sisi lain, tetapi rasanya berbeda.
"85 persen" dan "kehilangan 12 dari 80" itu sama saja, tetapi yang kedua langsung memberi tahu berapa soal yang berdiri di antara kamu dan jenjang berikutnya.
Pada mode rapor, baris ini membantu memilih fokus: biasanya satu atau dua mata pelajaran menyumbang sebagian besar dari seluruh nilai yang hilang.
Kesalahan yang sering terjadi
Yang pertama adalah merata-ratakan persentase antarmata pelajaran yang maksimumnya berbeda. Hasilnya angka yang tidak akan cocok dengan rapor mana pun.
Yang kedua, pada mode target, adalah mengira "nilai yang masih tersedia" berarti "jumlah ujian yang tersisa". Yang diminta kolom itu adalah jumlah nilai maksimum dari ujian yang belum dijalani, bukan banyaknya ujian.
Yang ketiga adalah membulatkan angka antara secara manual. Kalau persentase tiap mata pelajaran dibulatkan lalu dijumlahkan, hasilnya akan meleset dari yang sebenarnya. Pembulatan hanya boleh di akhir.
Keterbatasan
Kalkulator ini hanya menghitung dari nilai. Ia tidak tahu soal ujian ulang, batas minimum per mata pelajaran, atau aturan yang kadang membuang nilai terburuk dari hitungan.
Skala huruf mutunya, seperti disebut di atas, hanya rujukan. Tidak satu pun terikat pada sekolah atau kampus tertentu, jadi sebaiknya tidak dijadikan dasar keputusan.
Dan mode target menghitung dengan satu asumsi: bahwa semua nilai yang tersisa memang akan diperebutkan. Kalau ada ujian yang dibatalkan atau diganti, perhitungannya harus diulang dengan angka baru.