Dua modenya
Yang pertama menghitung: kamu memasukkan berapa banyak lembar dan koin yang kamu punya, lalu halaman ini menghitung totalnya, subtotal lembar dan koin secara terpisah, serta jumlah kepingan seluruhnya.
Yang kedua memecah: kamu memasukkan sebuah jumlah, lalu kalkulator menampilkan pecahan apa saja yang membentuknya dengan kepingan paling sedikit. Itu pertanyaan yang sama dengan yang dihadapi kasir saat memberi kembalian.
Kedua mode menampilkan rincian hitungannya secara penuh: tiap perkalian pada mode pertama, dan tiap pembagian bersisa pada mode kedua.
Kenapa dihitung dalam bilangan bulat satuan terkecil
Seluruh aritmetikanya dikerjakan dalam satuan terkecil, bukan dalam angka berkoma. Alasannya teknis dan penting: bilangan pecahan disimpan komputer secara hampiran, dan 0,1 + 0,2 tidak persis sama dengan 0,3 di bahasa mana pun yang memakai bilangan pecahan standar.
Pada satu operasi hal itu tak terasa, tetapi hitungan kas menjumlahkan ratusan nilai dan galatnya menumpuk. Karena itu pecahan 500 dolar disimpan sebagai 50.000 sen, semua penjumlahan dikerjakan dalam bilangan bulat, dan komanya baru muncul saat ditampilkan.
Rupiah tidak punya pecahan yang beredar sama sekali, sehingga "satuan terkecil"-nya adalah rupiah itu sendiri dan jumlahnya tampil tanpa koma. Kalkulator membedakan kedua kasus ini, bukan memaksakan dua angka desimal kepada semuanya.
Apa arti "himpunan pecahan yang kanonik"
Cara "ambil yang terbesar selama muat" terasa jelas, tetapi secara umum ia tidak selalu memberi jumlah paling sedikit. Contoh klasiknya himpunan rekaan 1, 3, dan 4: untuk membentuk 6, cara rakus mengambil 4 + 1 + 1, yaitu tiga keping, padahal 3 + 3 cukup dua.
Himpunan yang membuat cara rakus selalu optimal disebut kanonik. Mata uang nyata hampir selalu begitu: deret 1–2–5 pada rupiah dan rubel, deret 1–5–10–25 pada dolar dan riyal — semuanya kanonik.
Sifat itu dicatat sebagai penanda eksplisit di berkas mata uang. Maksudnya supaya mata uang yang tidak memilikinya bisa ditangani dengan algoritma lain, bukan diberi jawaban lebih buruk sambil berpura-pura itu yang terbaik.
Jumlah yang tidak bisa dibentuk
Tidak setiap jumlah bisa diserahkan dalam bentuk tunai. Kalau jumlahnya bukan kelipatan pecahan terkecil yang tersedia, susunan persisnya memang tidak ada — dan itu bukan kesalahan input, melainkan sifat uangnya sendiri.
Dalam kasus itu kalkulator tidak membulatkan diam-diam. Ia menampilkan yang paling mendekati, menuliskan sisa yang tidak terbentuk pada barisnya sendiri, dan menjelaskan pecahan mana yang terkecil.
Dalam rupiah hal ini jarang terjadi karena koin 100 masih beredar. Dalam dirham hal ini terjadi terus-menerus: koin di bawah 25 fils praktis sudah tidak beredar, dan jumlah tunai biasanya dibulatkan ke 25 fils terdekat.
Lembar dan koin secara terpisah
Tiap pecahan ditandai sebagai lembar atau koin, dan subtotalnya dihitung terpisah. Itu dibuat begitu karena laci kasir memang diseimbangkan seperti itu: uang kertas dan uang logam dihitung dan disimpan terpisah.
Manfaat praktisnya langsung terlihat. Satu shift senilai Rp4.000.000 yang di dalamnya Rp600.000 berupa koin, dan shift senilai sama dengan Rp50.000 koin, adalah dua situasi yang sangat berbeda bagi orang yang membuka laci esok paginya.
Jumlah kepingan seluruhnya ditampilkan di sebelahnya. Angka itu menjawab pertanyaan yang lain: berapa banyak benda yang harus benar-benar dihitung dengan tangan — dan dari situlah lamanya pekerjaan ditentukan.
Pecahan sendiri
Tombol "Tambah pecahan sendiri" menerima pasangan nominal dan jumlah apa pun. Gunanya untuk uang lama, token, kupon, voucher hadiah, dan mata uang yang tidak ada di daftar.
Pecahan sendiri ikut masuk ke total seperti yang lain dan ditandai tersendiri di rincian, supaya terlihat bahwa itu dimasukkan secara manual.
Untuk mata uang yang tidak ada di daftar, inilah cara kerjanya: pilih mata uang mana pun yang jumlah angka desimalnya sama, lalu masukkan semua pecahannya sendiri.
Pecahan yang sudah ditarik
Pecahan yang sudah tidak beredar tidak dihapus dari daftar — ia diberi tanda. Alasannya sederhana: orang tetap menghitung uang lama, dan lembar yang hilang dari daftar lebih merepotkan daripada lembar yang ditandai.
Pada mode membentuk jumlah, pecahan yang ditarik tidak dipakai: membentuk jumlah dari sesuatu yang sudah tidak dikeluarkan tidak ada gunanya. Pada mode menghitung, ia dihitung penuh.
Tandanya juga muncul di tabel rincian, jadi saat dicetak atau disalin tetap terlihat bahwa ada uang lama yang ikut terhitung.
Keterbatasan
Tidak ada kurs mata uang di sini. Kalkulator ini menghitung uang tunai dalam satu mata uang; mengonversi antarmata uang butuh kurs terkini, dan situs ini tidak memakai data kurs langsung.
Daftar pecahannya disusun tanpa akses ke sumber resmi bank sentral. Di tempat status sebuah pecahan tidak pasti, ia ditandai sudah ditarik alih-alih diakui masih beredar — tetapi cocokkan dengan daftar resmi sebelum dipakai untuk pekerjaan kas yang sungguhan.
Dan terakhir, halaman ini hanya menghitung apa yang kamu masukkan. Ia tidak tahu berapa banyak uang yang sebenarnya kamu pegang — itu tetap urusan menghitung dengan teliti memakai tangan.